Bagaimana seandainya deterjen terminum? Setelah melalui perjalanan panjang, deterjen dapat kembali hadir tersedia dalam air minum kita. Hal ini terjadi karena air sungai dan air tanah yang merupakan air baku untuk air minum banyak yang tercemar limbah deterjen yang tidak dapat terurai. Instalasi pengolahan air minum sendiri belum cukup memadai untuk mengeliminir kandungan deterjen karena kompleksitas susunan kimiawinya. Apalagi ujung rantai kimia deterjen bersifat terbuka sehingga ketika bertemu dengan zat kimia
lain di dalam bahan air akan gampang sekali membentuk reaksi kimia sangat kompleks.

Jadi, konsumen harus mulai memikirkan dampak jangka panjang memakai deterjen. Dampak terhadap kesehatan memang tidak kelihatan sekarang. Karena deterjen merupakan bahan kimia yang dapat terakumulasi di dalam jaringan tubuh, dikhawatirkan suatu saat akan timbul penyakit degeneratif semacam tumor atau kanker.

Untuk mencegah dampak lebih parah diperlukan kesadaran konsumen agar hanya memilih produk deterjen ramah lingkungan. Deterjen ramah lingkungan dapat dilihat dari logo pada kemasan produk deterjen, walaupun untuk membuktikan produk tersebut benar-benar ramah lingkungan harus melalui uji laboratorium. Konsumen juga dapat meminimalikan pemakaian deterjen karena pemakaian dalam kadar kurang atau maksimal sama dengan takaran yang dianjurkan sudah cukup.

Pemerintah dan produsen sendiri diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam mengatasi masalah pencemaran limbah deterjen. Sayang, peraturan pemerintah mengenai hal ini belum memadai. Termasuk Standar Nasional Indonesia yang mensyaratkan 80 persen surfaktan harus dapat terurai, sementara dari daftar pilihan bahan surfaktan tidak terlihat jenis surfaktan yang dimaksud termasuk jenis ramah lingkungan. Sedangkan dari sisi produsen, tampaknya trend ke depan akan sulit menghindari keinginan konsumen yang semakin sadar bahwa pola konsumsi dapat berdampak bagi lingkungan.

(Ilyani S Andang, staf Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. )

About tiaralaundry

Solusi Cerdas Cuci Profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s